Hal terindah dalam hidup saat kita berulangtahun adalah sahabat kita yang memberi ucapan selamat. Walaupun sekedar ucapan, tapi bagiku itu adalah kado paling berharga. Karena saat kita berbahagia, semua orang mengharapkan hal- hal baik kepada kita. Singkatnya, ucapan adalah do’a.
Tapi sepertinya aku bukan sahabat yang baik karena saat Tya ulangtahun kemarin, aku orang paling telat yang mengucapkan kalimat ‘Happi Birthday’ beserta do’a- do’a untuknya.
Apa yang membuatku lupa, aku juga nggak tahu, aku lupa. Aku khilaf karena lupa hari bahagia sahabatku. Padahal di kalender, sudah kulingkari dan kuarsir tepat di tanggal ultahnya. Handphoneku baru saja rusak dan mereset semua file yang ada di dalamnya termasuk catatan di kalender.
Ataukah mungkin kuis writing kemarin yang membuatku lupa? Ya, mungkin itu satu dari faktor lain. Semalaman aku belajar untuk writing karena kuis linguistics kemarin aku nggak sepenuhnya belajar. Dan karena terlalu fokus, aku jadi lupa tanggal dan kejadian apa yang ada di tanggal itu.
Aku baru ingat saat aku masuk ke kamar mandi. Tiba- tiba aku teringat kalau tanggal 19 sudah terlewatkan dan nggak ada notification, “Hey, ini tanggal 19!”.
Tiba- tiba saja aku memikirkan tanggal- tanggal karena besok Senin aku udah mulai ujian, ujian praktek. Dan baru teringat kalau tanggal 19 udah benar- benar terlewat.
Aku nggak melakukan apa- apa di kamar mandi. Aku hanya diam dan berpikir kenapa aku bisa sampai lupa dan tega sekali aku sampai lupa! Tanggal 19 di ulangtahun yang ke-19!
Aku menjerit di dalam hati, membodoh- bodohkan diriku, dan menenggelamkan kepalaku ke dalam bak mandi. Aku harus buat persembahan apa untuk menebus kekhilafanku? Aku takut Tya akan marah padaku nggak mau berteman denganku! Kenapa aku bisa lupa dan tega seperti ini?
Nggak cukup aku menyalahkan diriku, bahkan benda- benda penting yang menjadi nggak penting pun kusalahkan. Ya, seperti kalender, alarm notification di handphone, dan facebook. Ha, facebook! Aku ingat betul aku nggak membuka akun di facebook hari Rabu itu.
Tapi bodohnya kalau aku menyalahkan mereka, karena semua itu harusnya ada di ingatanku.
Aku menyiram air dari ubun- ubun kepalaku agar semua masalah hilang. Paling nggak aku bisa berpikir dengan baik untuk mencari jalan keluarnya.
Akhirnya aku selesai mandi dan menyalakan komputer. Aku harus buru- buru minta maaf dan memberi ucapan serta do’a- do’a untuk Tya.
Aku mencari akun Tya dan buru- buru mengetikkan ucapan permintaan maaf dan ucapan selamat ulang tahun. Aku nggak berani sms Tya karena fatal sekali, aku telat mengucapkan kalimat simple tepat di hari bahagianya.
Nggak lama Tya membalas postinganku dan aku semakin bersalah saat dia berkata, “Nggak apa- apa, kok. Aku maklum.” Simple seperti kalimat Happy Birthday, ya. Tapi lebih menusukku dan condong bahwa aku sahabat yang tega. Sekali lagi aku meminta maaf pada Tya.
Dengan hati penuh bersalah, aku menunggu balasan dari postinganku. Nggak lama juga, Tya membalas dan masih berkata, “Nggak apa- apa.”
Aku ingin membuatnya biasa, tapi innocent banget kalau sampai merasa biasa aja. So, aku memutuskan untuk buat cerpen ini sebagai ucapan maaf dan ucapan “Happy Birthday” special to Oktiarini Soleha J.
Aku berdo’a kepada Allah semoga kuliahmu lulus tanpa halangan dan lulus tepat waktu. Walaupun udah 19 tahun, jangan lupa untuk selalu menimbang apa yang harus dilakukan. Lihat ke belakang untuk memastikan sesuatu yang baik atau buruk. Tapi jangan selalu terbayang- bayang masa lalu, jadiin semuanya kisah indah buat hari tua.
YHappy Birthday, Oktiarini-Thya-SolehaY
0 komentar:
Posting Komentar