Sabtu, 31 Desember 2011

Cerita Kampus-Review

Diposting oleh nupp_niput di Sabtu, Desember 31, 2011
Sekarang pukul 18:24 aku mulai menulis review kelakuanku dan perasaanku di tahun 2011. Nggak kerasa udah mau 2012 aja beberapa jam lagi. Apapun itu, nggak menjadi hambatan untuk melangkah ke depan. Hey! Hambatan apa, sih? Kita cuman mau bahas review looh! *ngelantur*
Oke, kita mulai darimana ya? Mmm... ahaa!
e    Naughtyness
Haa, aku nggak siap kalau harus menceritakan hal ini. Tapi ini adalah review kelakuanku selama setahun ini. So, mau nggak mau aku harus cerita. *take a deep breathe*. Kejadian ini terjadi pada awal tahun 20111. Aku pernah melakukan kesalahan yang kupilih sendiri, yaitu masuk ke sebuah universitas yang ternyata nggak cocok denganku. Teman- teman yang baik nggak bisa mendukungku untuk tetap tinggal dan walhasil, aku keluar. Aku hanya kuliah satu semester dan setelah itu pergi.
Nggak cuman aku kok untungnya. Satu angkatan ada tiga orang yang keluar bareng aku. Itu adalah kenakalanku yang pertama dan terakhir kalinya. Merasa lingkungan pendidikan yang nggak cocok bikin aku nggak kuat disana.
Aku harap buat yang mau masuk kuliah, pikir- pikir dulu yang mateng yaa! Pilih tempat kuliah dan jurusan sesuai kemampuan. Masalah ada teman atau enggak, disana pasti juga ada, kan? Aku harap cukup aku yang begini.
e    Foolness
Yang pertama, masih nyangkut sama masalah di atas. Itu bukan suatu kenakalan aja, lebih hancurnya adalah kebodohan. Bodoh sekali kenapa aku memilih jurusan itu sebagai tempat menimba ilmu. Bodoh sekali aku memberikan contoh buruk untuk adik- adikku .Bodoh sekali aku membuang uang orangtuaku. Bodoh sekali aku karena aku sudah membuat malu orangtuaku.
Kedua, masalah hati. Jangan pernah sembunyiin perasaanmu! Itu sakit dan itu bodoh. Anda punya mulut untuk menuturkan apapun yang ada di otak dan di hati Anda. Jangan pernah berbohong kalau Anda nggak mencintai seseorang yang udah menyatakan cintanya pada Anda DEMI ORANG LAIN. Suatu kebodohan yang nggak mungkin akan jadi baik baik saja dengan kata “maaf”.
Ketiga, aku nggak yakin kebodohan atau penyesalan atau kenalalan, tapi ini sungguh ter-la-lu. Hehe. Suatu hari aku berangkat mengajar. Aku hanya sanggup dan ahli dalam pelajaran bahasa inggris, tapi muridku minta ingin belajar bahasa jawa. Walhasil, aku ditanya ini itu nggak mudeng dan anak itu sempet ngambek. Daripada si ibunya complain di bimbelku, akhirnya kuberi jawaban yang nggak bener. Hehe, bukan salahnya dan bukan salahku. Ini adalah kebodohan bersama *ngakak garing*.
e    Freakyness
Aku paling takut dengan yang namanya ‘didiamkan’. Aku bukan kerupuk yang didiamkan di lapangan panas agar mengembang. Sebaliknya, kalau aku didiamkan aku akan mengkerut, nggak berkutik.
Hal itu terjadi saat orangtuaku tahu aku keluar dari universitas pertamaku. Mereka nggak terima karena..yaa, aku membuang- buang uang mereka. Mereka menatapku dengan hopeless dan kemarahan yang dibendung. Kasihan banget wajah mereka. Tapi nggak lama kok mereka mendiamkan aku. Mami akhirnya mulai mendekatiku dan *this is silly* memintaku mengajarinya mengerjakan tugas kantor di komputer *ngakak*. Dari detik itu mami nggak pernah memandangku sebelah mata. Hanya saja... oh daddy, why were you born with bad temprament?
Ketakutan selanjutnya adalah “ditinggal”. Aku nggak betah dan nggak bisa kalau ditinggal orangtua ke luar kota ––– ralat, nggak cuman ke luar kota, bahkan untuk ke mini market aja aku nggak mau –––, serta ditinggal sendiri dengan adikku. Tapi itu adalah waktu dimana aku bisa memperalatnya dan menyuruhnya buat beli ini dan beli itu *ngakak jahat*.
e    Sorrowness
Cukup banyak kesedihanku tahun ini. Teruatama adalah Mas Habib *nama seseorang yang kubuat cerpen yang tokoh aslinya adalah ‘piiiiip’* yang udah punya pacar baru *congrats, ya ;)*. Cintanya kutolak karena dia nggak lain nggak bukan adalah mantan teman dekatku saat SMA yang beberapa bulan lalu menyatakan perasaannya padaku.
Aku cukup senang karena aku nggak bertepuk sebelah tangan. Tapi, dia kubuat begitu. Sebuah kebodohan yang menjadi kesedihan dan berakhir dengan penyesalan.
Apapun itu, aku nggak sanggup, karena alasan utamanya adalah: Prinsipku. Dia melamarku untuk menjadi pacarnya dan aku nggak bisa. Pacaran bisa aja nggak berujung baik dan aku menghinari hal itu darinya, karena aku masih suka padanya J.
e    Regrets
Kembali ke masalah edukasi. Menyesal juga karena aku keluar dari universitas itu dan akhirnya aku mendapat karma dengan nggak masuk ke universitas yang kusuka. Sempat menangis di pangkuan temanku, tapi akhirnya lupa karena mereka mengajakku main uno *ngakak lagi*.
Masalah Mas Habib. Aku cukup menyesal karena aku belum bilang perasaan sebenarku. Tapi perasaan itu masih aku letakkan di rakku. Tenang, nggak kubuang kok. Suatu hari aku pasti pakai perasaan itu lagi J.
Tentang seseorang sebelum Mas Habib. Maaf karena sudah memutuskanmu secara sepihak. Aku anak kecil dan aku sadar aku nggak pantas dengan hal yang namanya ‘pacaran’. Maaf, ya, akhirnya kamu juga dapat orang yang lebih baik dan lebih dewasa dariku.
e    Happyness
Nggak semuanya hal jelek itu berakhir jelek juga. Aku memang nggak bisa masuk di universitas yang kumau. Akhirnya aku masuk di universitas dan jurusan yang keren! Aku nggak menyesal ada disini. Teman- temanku yang baru bikin aku betah belajar dan aku punya semangat baru. Terlebih, aku akan lulus dari sini dan membanggakan orangtuaku yang sempat malu dan hopeless padaku.

Tahun ini aku juga seneng banget. Setiap hari minggu pagi jam 6 aku dan temanku pergi ke ungaran untuk renang. Seminggu sekali untuk olahraga disana. Seminggu sekali dalam tiga jam untuk nyebur ke air dan melelehkan stres.

Asyiknya lagi adalah saat semua teman- temanku pada libur. Kami selalu main uno. Corat- coret sana- sini, ngakak terus- terusan, dan kami ketagihan! Mau coba? Aku berani menyarankan bahwa uno itu asyik!
Dan baru- baru ini, setelah natalan, aku diajak temanku untuk pergi ke pesta taruna yang pastinya banyak taruna- taruna idaman mertua. Haha. Nggak cuman mertua, aku ja suka *ngakak*. Seneng banget bisa lihat, ketemu, dan kenalan dengan mereka. Jadi nambah teman. Kalo bisa nambah jodoh :p.

e    Love Story
Uuuhh.. ini yang selalu terjadi pada setiap orang. Nggak tua, nggak muda, pasti merasakan cinta.
Ada empat orang yang tahun ini mengisi hatiku. Ngehehe, bukan apa- apa kok. Simpati aja deh, bukan cinta.
Pertama, mas yang dulu kuputusin sepihak dan aku nggak berhenti minta maaf padanya. Aku hanya anak kecil yang belum pantes pacaran sama orang yang dewasa seperti kamu.
Kedua, Mas Habib. Makasih udah nemenin Ramadhanku. Makasih udah bangunin aku pas sahur. Makasih udah ingetin aku buat sholat *dan sekarang aku menangis karena ingat hal itu*. Makasih udah jujur sama perasaanmu. Dan maaf karena aku nggak bilang tentang perasaanku. Ini semua terlambat karena mas udah punya mbak yang jadi sandaran kasih sayang mas.
Ketiga, kakak tingkatku dikampus. Ternyata dia biasa aja setelah aku kenal lebih deket. Hanya aja, dia pinternya banget banget dan bikin aku kelepek- kelepek sama kebijaksanaannya di organisasi.
Keempat, Gilang. Baca aja deh cerpen sebelum ini. Aku masih membawa sedikit perasaanku yang masih suka padanya. *menghela nafas*.
e    Proudness
Aku menemukan apa yang kusuka di kampus ini. Walaupun kemarin hanya mid term test, tapi hasilnya yang bagus itu bisa buat mami bangga sama aku. Aku mengajari teman- temanku dan aku bangga sama diriku sendiri. Aku mengajar dan dapat uang sendiri, itu juga sebuah kebanggaan yang belum tentu banyak anak muda sepertiku J mami melahirkan anak super!
e    Willingness
Suka duka tahun 2011 bikin aku semangat untuk menyambut 2012 dengan semua pengharapan dan kepositifan dalam bertindak.
Aku harap nilai UASku bisa bagus- bagus karena aku ingin membanggakan orangtuaku. Semoga aku dapat IP tinggi biar bisa ambil SKS yang banyak, hehe. Aku pingin cepet- cepet wisuda dan menikah! Hahaha.
Aku harap aku bisa mencicipi rasanya lomba debat. Menang atau kalah itu urusan nanti. Aku ingin sekali berpartisipasi dalam lomba debat itu. Walaupun cara tuturanku masih ngawur, tapi masih ada waktu untuk latihan. Yaa, semangat!
Aku harap aku bisa konsen dengan pendidikanku dulu. Membuat orangtuaku bangga dan berguna bagi nusa dan bangsa J.
Kira- kira itulah review tahun 2011ku ini. Semoga bisa jadi inspirasi dan Happy New Year J welcome to 2012. Semangat yaa semangat.
eee

0 komentar:

Posting Komentar

 

niput and stories Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review