Kamis, 08 Desember 2011

Cerita Kampus-Pengendara Bodoh

Diposting oleh nupp_niput di Kamis, Desember 08, 2011
Entah demi apa aku sangat malas belajar akhir- akhir ini. Banyak sekali hal nggak penting yang kupikirkan. Kadang- kadang aku juga bete sendiri tanpa ada sebab yang pasti. Menggantung. Membuat pikiranku semakin penuh dengan hal nggak penting.
Aku udah nggak tahan menahan jenuhku. Kuambil kunci motor dan langsung mengendara entah kemana. Kemana, kemana, kemana? Aku menyetir tanpa tahu arah dan tujuan yang tepat. Yang pasti aku nggak lupa membawa dompet, handphone, dan nggak ketinggalan memakai helm.
Mulai dari arah menuju kampusku. Aku mengendarai sambil ngantuk- ngantuk dan melamun. Hal ini memang nggak bagus buat ditiru. Hanya saja, aku udah terbiasa melamun dan mengantuk saat menyetir, dan alhamdulillahnya, aku masih selamat dan sehat walafi’at sampai saat ini.
Baru sebentar perjalanan, aku udah diklakson oleh mobil yang mengendarai dengan cepat. Karena aku yang selalu melamun di jalan, aku langsung kaget dan berharap nggak ada yang melihat reaksi kagetku karena itu pasti memalukan banget!
Baru sekali, nggak apa- apa. Lagian, mana mungkin mobil yang ngebut tadi kukejar? Aku sedang ingin bermalas- malasan mengendarai, jadi aku mengendarai dengan pelan, hanya 40 Km/ jam.
Entah apa yang ada di wajahku, atau di motorku, atau di helmku yang membuat semua pengendara menoleh ke arahku. Hanya menoleh. Dan aku merasa nggak nyaman dengan itu. Apalagi mereka orang asing. Aku hanya mendengus ketika mereka menoleh ke arahku. Lagipula, aku harus ngapain? Membentak mereka? Sok artis banget!
Motorku melaju dengan pelan, sepelan otakku yang berpikir ini dan itu. Mendengusi setiap pengendara yang menoleh ke arahku dan mencaci para pengendara lain yang menyetir dengan buruk. “Mereka, pengendara bodoh!” batinku.
Tapi nggak apa- apa. Setiap orang berpotensi menjadi pengendara bodoh, kecuali mereka yang nggak bisa mengendarai kendaraan. Beda lagi kalo mengendarai yang lain. – I mean, mungkin kuda atau apalah!??
Lalu gimana sama pengendara yang nggak punya SIM? Lain lagi, mereka, sih, pengendara nekat! Kayak siapa? Siapa contohnya? Gimana kalau aku menunjuk Hannah? Padahal aku juga belum punya SIM.
Umm, pengendara bodoh. Istilah barukah atau udah pada denger? Itu tuh, para pengendara yang nyalahin aturan di jalan dan membuat pengendara lain gemes, emosi, dan selalu mengklakson.
Pengendara bodoh pertama adalah pengendara yang nggak tahu batasan kecepatan yang ada di jalanan. Yaah, contohnya mobil yang tadi ngebut barusan. Sialnya, kalau mengklakson bisa membuat orang kaget dan ‘misuh-misuh’ dalam hati.
Yang kedua adalah pengendara banteng. Kenapa? Bayangkan persisnya mereka saat melihat traffic-light berubah dari kuning menjadi merah. Apakah fungsi lampu warna kuning bagi anak- anak SD, dan apa fungsi warna kuning bagi pengendara? Yap! Artinya adalah “Buruan Lo Lewat!”. Benar ndak? Dan saat mata melihat warna merah di lampunya, bukanya berhenti, malah tetap melaju. Jadi, itulah pengendara banteng, pengendara bodoh. Tapi, I do admit, deh kalau aku juga sering seperti itu. *Minta maaf, ya, Pak Polisi -_____-*
Yang ketiga adalah pengendara yang membiarkan knalpot motornya nggak terurus. Bisa dikatakan mereka perusak suasana jalanan. Dimana jalanan, normally, suara kendaraan yang sehat, mereka malah membuat suara kodok di motor mereka. Bahkan parahnya, pengendara itu membuat alat fogging untuk mengusir nyamuk demam berdarah di motor mereka. Wow! That was disturb action!
Yang keempat adalah pengendara yang nggak pakai helm *khusus high way yaa*. Sementara nanti di pertengahan jalan ada operasi polisi dan akhirnya menjadi aksi film kartun Tom and Jerry.
Yang kelima adalah pengendara yang... yang... yaah, ini pengendara bodoh benar- benar bodoh dan sangat mengganggu! Aku bahkan sampai gemes ingin kutabrak mereka. Pernahkah melihat dua orang yang sedang mengendarai dengan berbeda motor, salah satu dari mereka meletakkan kaki kiri mereka ke footstep kanan pengendara lain? That is annoying, guys!
Sedikit pengalaman dengan pengendara bodoh nomor lima. Aku dan salah seorang teman sedang jalan- jalan dan ketika itu aku baru saja mau pulang. Jalanan memang cukup ramai sore itu, banyak bus dan angkot yang nge-tem dan kadang berhenti sembarang. Aku selap sini, selap situ seperti pembalap, nggak tahunya di depanku ada dua orang yang, yeah, seperti pengendara bodoh nomor lima di atas, karena mereka sangat mengganggu, dengan baik hati aku mengklakson mereka. Walhasil apa yang kudapat? Swearwords!
Dalam hati, aku hanya bisa membodoh- bodohinya. Yaa, merekalah pengendara paling bodoh di jalanan.
Yang keenam, sama seperti pengendara nomor lima. Mereka adalah dua pengendara beda kendaraan dan saling mengobrol saat mengendarai. Mereka juga sangat mengganggu.  Hanya saja, lebih parah si nomor lima. Pengalaman pribadi, semasa SMA aku pernah menjadi si pengendara bodoh nomor enam ini. Mau orangtua, mas- mas, sopir angkot, mereka semua mencaci. Aku hanya berpikir dalam hati, “Woles, dong, pak. Kayak dulu nggak pernah gini aja!” padahal aku nggak tahu mereka pernah menjadi si bodoh nomor enam atau tidak.
But, at all, semua pengendara pernah menjadi pengendara bodoh. Entah itu yang nomor berapa, tapi semua pengendara berpotensi menjadi pengendara bodoh, kecuali mereka yang nggak bisa mengendarai -____-.
Sebenarnya banyak juga tipe pengendara yang lebih bodoh lagi, hanya saja ini udah terlampau sore untuk berkendara. Moodku masih aja seperempat kilogram. Tapi lebih baik aku pulang dan memilih untuk membaca.
Untuk sore ini, aku persembahakan menjadi pengendara bodoh nomor dua. Salam pengendara bodoh, yaa ! :*
ŒŒ

0 komentar:

Posting Komentar

 

niput and stories Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review